. Doa Di Malam Lailatul Qadar | Aneka Indonesia

Featured Post

Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri 1436 H - 2015 Berbagai Bahasa

Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri 1436 H Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri 1436 H ...

Doa Di Malam Lailatul Qadar

Doa Di Malam Lailatul Qadar

Doa Di Malam Lailatul Qadar
Doa Di Malam Lailatul Qadar
Doa Di Malam Lailatul Qadar - Lailatul Qadar tidak sama dengan malam-malam biasanya. Malam ini menjadi sangat istimewa bagi umat muslim dengan berbagai alasan. Pertama, ini merupakan salah satu malam di bulan Ramadhan di mana ayat suci Al-Quran di turunkan pada Rasulullah Muhammad SAW.

Kedua, malam ini memiliki kebaikan seribu bulan. Artinya, semua amal ibadah yang dilakukan pada malam ini memiliki keseteraan dengan ibadah yang dilakukan selama seribu bulan atau sam dengan amal ibadah selama 83 tahun dan 4 bulan. Ketiga, malam ini hanya diberikan kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya dan tidak pernah diturunkan kepada nabi dan umut-umat sebelumnya.

Doa Di Malam Lailatul Qadar

Ummul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : aku bertanya wahai Rasululloh jika aku telah mengetahui kapan malam lailatul qodar itu, maka apa yang aku katakan pada malam tersebut? Beliau menjawab : katakanlah

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan senang memberi maaf, maka maafkanlah (dosa-dosa) aku.” (HR. Ahmad no. 25384, Tirmidzi no. 3513, An-Nasai dalam As-Sunan al-Kubra no. 10708, Ibnu Majah no. 3850 dan Al-Hakim no. 1942, hadits shahih).

Doa yang barokah ini sangat besar maknanya dan mendalam penunjukannya, banyak manfaat dan pengaruhnya, dan doa ini sangat sesuai dengan keberadaan malam lailatul qodar. Karena sebagaimana disebutkan di atas malam lailatul qodar adalah malam dijelaskan segala urusan dengan penuh hikmah dan ditentukan taqdir amalan-amalan hamba selama setahun penuh hingga lailatul qodar berikutnya. Maka barangsiapa yang dianugerahi pada malam tersebut al 'afiyah ( kebaikan ) dan al'afwa ( dimaafkan kesalahan) oleh Robbnya maka sungguh dia telah mendapat kemenangan dan keberuntungan serta kesuksesan dengan sebesar-besarnya. Barangsiapa yang diberikan al afiyah di dunia dan di akherat maka sungguh dia telah diberikan kebaikan dengan seluruh bagian-bagiannya. Dan tidak ada yang sebanding dengan Al 'afiyah tersebut.

Barangkali kita bertanya-tanya kenapa Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wa salam memerintahkan istrinya Aisyah radhiyallahu ‘anha untuk meminta ampunan Allah Ta’ala di malam lailatul qadar? Di malam yang sangat berkah tersebut, kenapa Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wa salam tidak memerintahkan istrinya ~misalnya~ untuk meminta karunia anak? Padahal selama 10 tahun rumah tangganya dengan beliau, Aisyah tidak dikaruniai seorang anak pun.

Kenapa pula beliau tidak memerintahkan istrinya untuk meminta rizki yang lapang, panjang umur, kesehatan, dan seterusnya? Gerangan rahasia apakah di balik hal itu?

Saudaraku seislam dan seiman…

Musuh kita yang paling berbahaya adalah dosa-dosa kita sendiri. Dosa-dosa kita sendirilah yang akan menyengsarakan dan mencelakakan kita di dunia maupun akhirat. Dosa-dosa lebih berbahaya dari musuh dari golongan jin dan manusia yang paling kejam sekalipun. Dosa-dosalah yang membuat hidup kita di dunia penuh dengan kesempitan, kegalauan dan kegelapan. Dosa-dosa pula yang bisa mengantarkan kita kepada murka dan siksa Allah Ta’ala di akhirat. Nau’udzu billah min dzalik.

Orang-orang shalih dari generasi sahabat dan tabi’in senantiasa mengkhawatirkan dosa-dosa mereka, meskipun mereka jarang sekali berbuat dosa. Mereka menangisi dosa-dosa mereka dan mengkhawatirkan dampak buruk dosa-dosa tersebut di akhirat kelak. Mereka bersungguh-sungguh mengejar ampunan Allah di dunia, agar kelak saat menghadap-Nya dalam kondisi bersih, suci, tanpa membawa beban-beban dosa yang memberatkan perhitungan dan pertanggung jawaban di hadapan-Nya.

Orang-orang shalih sedikit saja berbuat dosa, namun mereka begitu mengkhawatirkan dosa-dosa tersebut. Padahal mereka memiliki amalan-amalan besar, yang sangat mungkin, mampu menghapuskan dosa-dosa yang mereka perbuat tersebut. Demikian takutnya orang-orang shalih terhadap dosa-dosa dan pertanggung jawabannya kelak, sehingga sebagian mereka beranggapan masih lebih baik menjadi tumbuhan daripada menjadi manusia. Alasannya sederhana, walau diinjak-injak, ditebas, ditebang dan dimakan oleh hewan dan manusia, setidaknya tumbuhan tidak memiliki dosa dan tidak memiliki pertanggung jawaban di hadapan Allah Ta’ala.

Imam Bukhori meriwayatkan dalam Adabul Mufrad dari Ausath bin Ismail beliau berkata : aku telah mendengar Abu Bakar Ash Shiddiq berkata setelah meninggalnya Rasullulloh : " Nabi pernah berdiri pada tahun pertama di tempat berdiriku ini kemudian Abu Bakar menangis lalu berkata : wajib bagi kalian untuk jujur, karena dia bersama dengan kebaikan, dan keduanya berada di surga. Dan tinggalkan dusta karena dia bersama dengan kejahatan yang keduanya di neraka. Mintalah kepada Alloh al-mu'afah (saling memberi maaf), karena tidak ada yang datang setelah al yakin yang lebih baik dari pada al-mu'afah. Janganlah kalian saling memutus hubungan, dan jangan saling membelakangi, saling hasad, saling membenci, dan jadilah kalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara.

Untuk ini sesungguhnya termasuk kabaikan bagi seorang muslim untuk memperbanyak doa yang barokah ini disetiap waktu dan dimanapun terlebih dimalam lailatul qodar yang akan dijelaskan segala urusan dengan penuh hikmah dan ditentukan taqdir dan hendaknya seorang muslim mengetahui bahwasannya Alloh Maha mengampuni lagi Maha mulia lagi Maha pemurah yang senang memberi maaf.

"Dan dialah yang menerima Taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan," (As Syura : 25)

Dan Alloh senantiasa terus dan tiada henti hentinya dikenal sebagai dzat yang suka memaafkan kesalahan-kesalahan dan disifati dengan pemberi ampunan. Setiap orang sangat membutuhkan kepada pemberian maaf-Nya dan ampunan-Nya. Janganlah seorang merasa tidak butuh dari keduanya. Sebagaimana dia senantiasa membutuhkan rahmat serta kasih sayang-Nya. Maka kita memohon kepada-Nya untuk memasukkkan kita kepada golongan yang dia maafkan dan menjadikan kita termasuk golongan yang dirahmatinya. Dan agar kita diberikan kemudahan dan kemampuan untuk mentaatinya. Semoga Alloh berikan petunjuk kita kepada jalan yang lurus. (Amin Yaa Rabbal 'alamin Wal Hamdulillah 'ala kulli ni'matihi.Pent). (dikutip dari kitab Fiqhul Ad'iyyah wal adzkar karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr. Hal 265 – 269. Alih Bahasa : Al Ustadz M. Rifai.). Doa Di Malam Lailatul Qadar

0 Response to "Doa Di Malam Lailatul Qadar"

Google+ Badge